Spark On Flowers
(Photo by : Fanny (me))
Kenapa ya like it or not? Suka atau tidak.
well, kita dilahirkan dengan berbagai macam hal unik dan berbeda. Semuanya menjadi kesatuan yang mungkin dapat menjadi bagian kesukaan atau ketidaksukaan.
Permasalahannya seberapa banyak sih kita bisa menerima banyak hal yang terutama menjadi ketidaksukaan kita?
Saya sendiri juga termasuk orang yang resisten pada awal-awalnya. Memang tidak semudah bayangan untuk menyukai sesuatu yang memang kita tidak sukai.
Bertoleransi terhadap apa yang disukai secara berbeda juga bisa membawa masalah baru pada awal-awalnya.
Orang-orang juga menghadapinya dengan cara yang berbeda-beda juga. Sangat bersyukur apabila semua yang dipikirkan ternyata sesuai dengan ekspektasi yang kita inginkan, namun ketika banyak hal ternyata meleset dari apa yang sudah kita harapkan, reaksi bermacam-macam bisa muncul seketika.
Ada yang mempertanyakannya, ada yang menyimpan dalam hati, ada juga yang membicarakannya langsung terhadap yang bersangkutan, ada juga yang diam tapi membicarakannya dengan orang lain yang bisa mengerti atau bahkan hanya sebagai tempat bercerita saja untuk mendapatkan dukungan atau sekedar tempat berbagi.
Suka atau tidak, kita hanyalah manusia biasa dengan karakter masing-masing yang unik.
Kalau saya pikir wajar kita memiliki hal yang disukai dan tidak.
Saya tidak akan mengatakan mudah untuk menghadapi hal yang tidak disukai. Tidak juga sulit sebenarnya untuk beberapa orang.
Dan juga tidaklah mudah untuk mengerti tentang keadaan yang bisa bermacam-macam, walaupun bagi beberapa orang hal tersebut dapat dilakukan dengan mudah.
Jadi....
Tetaplah menjadi sendiri dengan beberapa fleksibilitas.
Kita tidak dapat memaksa diri sendiri untuk bisa menerima keadaan berbeda di luar kita atau kita dapat mengusahakannya secara perlahan.
Apakah kita melakukan itu agar kita disukai orang-orang?
Masalah disukai atau tidak pun merupakan hal yang relatif.
Diri kita lah yang paling penting untuk mendapatkan perhatian sebelum siap untuk memberikan perhatian bagi orang lain.
Karena,
hanya kitalah yang mengerti mengenai diri kita masing-masing
Like it or not
(Photo by : Fanny (me))
Kenapa ya like it or not? Suka atau tidak.
well, kita dilahirkan dengan berbagai macam hal unik dan berbeda. Semuanya menjadi kesatuan yang mungkin dapat menjadi bagian kesukaan atau ketidaksukaan.
Permasalahannya seberapa banyak sih kita bisa menerima banyak hal yang terutama menjadi ketidaksukaan kita?
Saya sendiri juga termasuk orang yang resisten pada awal-awalnya. Memang tidak semudah bayangan untuk menyukai sesuatu yang memang kita tidak sukai.
Bertoleransi terhadap apa yang disukai secara berbeda juga bisa membawa masalah baru pada awal-awalnya.
Orang-orang juga menghadapinya dengan cara yang berbeda-beda juga. Sangat bersyukur apabila semua yang dipikirkan ternyata sesuai dengan ekspektasi yang kita inginkan, namun ketika banyak hal ternyata meleset dari apa yang sudah kita harapkan, reaksi bermacam-macam bisa muncul seketika.
Ada yang mempertanyakannya, ada yang menyimpan dalam hati, ada juga yang membicarakannya langsung terhadap yang bersangkutan, ada juga yang diam tapi membicarakannya dengan orang lain yang bisa mengerti atau bahkan hanya sebagai tempat bercerita saja untuk mendapatkan dukungan atau sekedar tempat berbagi.
Suka atau tidak, kita hanyalah manusia biasa dengan karakter masing-masing yang unik.
Kalau saya pikir wajar kita memiliki hal yang disukai dan tidak.
Saya tidak akan mengatakan mudah untuk menghadapi hal yang tidak disukai. Tidak juga sulit sebenarnya untuk beberapa orang.
Dan juga tidaklah mudah untuk mengerti tentang keadaan yang bisa bermacam-macam, walaupun bagi beberapa orang hal tersebut dapat dilakukan dengan mudah.
Jadi....
Tetaplah menjadi sendiri dengan beberapa fleksibilitas.
Kita tidak dapat memaksa diri sendiri untuk bisa menerima keadaan berbeda di luar kita atau kita dapat mengusahakannya secara perlahan.
Apakah kita melakukan itu agar kita disukai orang-orang?
Masalah disukai atau tidak pun merupakan hal yang relatif.
Diri kita lah yang paling penting untuk mendapatkan perhatian sebelum siap untuk memberikan perhatian bagi orang lain.
Karena,
hanya kitalah yang mengerti mengenai diri kita masing-masing
Like it or not
No comments:
Post a Comment