Saturday, January 21, 2012

Like It Or Not

                                           Spark On Flowers
                                      (Photo by : Fanny (me)) 


Kenapa ya like it or not? Suka atau tidak. 
well, kita dilahirkan dengan berbagai macam hal unik dan berbeda. Semuanya menjadi kesatuan yang mungkin dapat menjadi bagian kesukaan atau ketidaksukaan. 
Permasalahannya seberapa banyak sih kita bisa menerima banyak hal yang terutama menjadi ketidaksukaan kita?
Saya sendiri juga termasuk orang yang resisten pada awal-awalnya. Memang tidak semudah bayangan untuk menyukai sesuatu yang memang kita tidak sukai.
Bertoleransi terhadap apa yang disukai secara berbeda juga bisa membawa masalah baru pada awal-awalnya.
Orang-orang juga menghadapinya dengan cara yang berbeda-beda juga. Sangat bersyukur apabila semua yang dipikirkan ternyata sesuai dengan ekspektasi yang kita inginkan, namun ketika banyak hal ternyata meleset dari apa yang sudah kita harapkan, reaksi bermacam-macam bisa muncul seketika.
Ada yang mempertanyakannya, ada yang menyimpan dalam hati, ada juga yang membicarakannya langsung terhadap yang bersangkutan, ada juga yang diam tapi membicarakannya dengan orang lain yang bisa mengerti atau bahkan hanya sebagai tempat bercerita saja untuk mendapatkan dukungan atau sekedar tempat berbagi.
Suka atau tidak, kita hanyalah manusia biasa dengan karakter masing-masing yang unik.
Kalau saya pikir wajar kita memiliki hal yang disukai dan tidak.
Saya tidak akan mengatakan mudah untuk menghadapi hal yang tidak disukai. Tidak juga sulit sebenarnya untuk beberapa orang. 
Dan juga tidaklah mudah untuk mengerti tentang keadaan yang bisa bermacam-macam, walaupun bagi beberapa orang hal tersebut dapat dilakukan dengan mudah.
Jadi....
Tetaplah menjadi sendiri dengan beberapa fleksibilitas.
Kita tidak dapat memaksa diri sendiri untuk bisa menerima keadaan berbeda di luar kita atau kita dapat mengusahakannya secara perlahan.
Apakah kita melakukan itu agar kita disukai orang-orang?
Masalah disukai atau tidak pun merupakan hal yang relatif. 
Diri kita lah yang paling penting untuk mendapatkan perhatian sebelum siap untuk memberikan perhatian bagi orang lain.
Karena,
hanya kitalah yang mengerti mengenai diri kita masing-masing
Like it or not




                                                 

Cake Me Here

Cream Raisin Cup Bread
(Sumber Hidangan est 1929 Braga, Photo by : me)









A portion of cream raisin cup bread opened my view this morning. This cloudy morning with its windy breeze welcomed me and another cup of coffee would be part of a good company.
Slightly, I heard someone singing " Never mind I'll find someone like you....." (adele)
A bit misgiving in this morning...
While the sun seems not to show its shine. 
I have just realized that the summer haze has been over. Despite a huge celebration of Chinese New Year and church ceremonial, I have kept feeling restless.
Frankly speaking I haven't felt this way so far and now I do get it.


                                            Almond Spread Pastry          (Sumber Hidangan est 1929 Braga, Photo by me)
                                          




I came for the second menu. The song, by the way, really reminded me of what has happened so far. I realized that there would always be up and down in this life. I knew that every step of life would tend to be like a wheel, spinning somehow without a clear destination everybody knew.
Only I and anybody knew what we would be through later on.
I swore deeply in mind that I would try anything to the edge of my limit, though it would make me trapped in such pain and glory.
Talking about love meant it would be unending process.
For some people it would be like a piece of cake, yet for others it could be making some complexity endlessly.

Seeing the window, I only felt more windy breeze while the sun still hid itself under the cover of clouds.
I used to think that I would like to feel the fever in love and care
When the current way did not allow me to do so, unbearably I would continue myself
To unending destination for my body and my mind

To whereever the wind breezed me softly

And my journey would begin as the time I had finished with my cakes here.